HS to make his solo debut with a dance track

SS501 Heo Young saeng will be making his comeback as a solo singer with his first solo album to be released on April 28. Personnel from Heo Young Saeng’s agency B2M Entertainment has disclosed, “Heo Young Saeng is currently preparing for his solo album with people whom have had great collaboration experiences with him like Kim Seung-soo and Han Jae-ho from Sweetune who have been writing KARA’s main hit tracks, as well as Steven Lee and team etc, who have been working with him since SS501 days”, as he disclosed. Heo Young Saeng will be showing a different side of his to fans with his title track – a dance song with strong beats named ‘Let it go’.
Device Driver. Merupakan bagian sistem operasi yang mengizinkan pemakai dan aplikasi mengakses record-record. Sistem file dasar berkaitan dengan blok-blok data. Sedangkan modul perangakat I/O logik berkaitan dengan record-record file. Device driver berada pada level paling rendah, berkomunikasi secara langsung dengan device peripheral, menyelesaikan permintaan I/O (restart kembali permintaan data akibat adanya kesalahan, kegagalan permintaan dalam kasus banyaknya gangguan) Sistem berkas dasar. Sistem berkas dasar atau tingkat I/O merupakan interface utama dengan lingkungan luar sistem komputer. Lapisan ini berurusan dengan blik-blok data yang diperlukan antara sistem denga disk dan tape. Lapisan ini berfungsi dalam penempatan blok-blok data pada perangkat penyimpanan sekunder dengan buffering blok-blok data tersebut pada memori utama. Lapisan ini tidak berkaitan dengan isi data atau struktur berkas yang terlibat. Sistem berkas dasar merupakan I/O fisik, bergiliran dengan mempertukarkan blok-blok data, berkenaan dengan penempatan blok-blok, berkenaan dengan buffering blok. Supervisor dasar I/O. Bertanggung jawab atas semua inisialisasi dan pengakhiran I/O. Pada lapisan ini struktur kendali dikelola yang berkaitan dengan perangkat I/O, penjadwalan dan status file. Supervisor dasar I/O bertanggung jawab untuk mengawali dan mengakhiri file I/O, berkenaan dengan akses penjadwalan untuk optimasi kinerja. Peralatan I/O logik. Meruapakan bagian sistem operasi yang mengizinkan pemakai dan aplikasi mengakses record. Sistem file dasar berkaitan dengan blok–blok data, sedang modul perangkat I/O logik berkaitan dengan record-record terbatas.

Beberapa arstitekturnya manajemen berkas dapat dilihat dari Program Pemakai,yaitu :

File File sekuensial File sekuensial berindeks File berindeks majemuk File hash File multi ring Peralatan I/O secara logik Supervisor I/O dasar Sistem file dasar Disc device driver Tape device driver Optical device driver

fungsi sistem berkas

Beberapa fungsi manejemen berkas antara lain : a. Pemakai dapat menciptakan, memodifikasi dan menghapus file. b. Pemakai dapat memakai bersama berkas secara terkendali. c. Mekanisme pemakaian file secara bersama yaitu dengan menyediakan beragam access control file seperti read-only, write dan execute. d. Pemakai dapat menstrukturkan file. e. Pemakai dapat melakukan transfer informasi antar file. f. Kemampuan backup dan recovery harus disediakan untuk mencegah kehilangan data. g. Pemakai mengacu file dengan nama simbolik, bukn mengacu pada peralatan fisik. h. Untuk penyimpanan data yang rahasia secara aman. i. Menyediakan interface user-friendly. j. Mengenali dan mengalokasikan satu file yang di pilih. k. Menggunakan satu directory untuk menggambar lokasi semua file ditambah atributnya. l. Blocking untuk mengakses file. m. Pengalokasian file-file untuk blok-blok bebas. n. Mengelola penyimpanan bebas untuk menyediakan blok-blok.

Sasaran sistem berkas

Sasaran dari sistem manajemen berkas, yaitu: a. Untuk memenuhi kebutuhan manajemen data bagi pemakai, termasuk oenyimpanan data dan kemampuan melakukan operasi berkas. b. Untuk menjamin data pada file adalah valid. c. Untuk optimasi kerja. d. Untuk menyediakan dukungan I/O beragam tipe peralatan penyimpanan. e. Untuk meminimalkan potensi kehilangan atau kerusakan data. f. Untuk menyediakan sekumpulan rutin interface I/O. g. Untuk menyediakan dukungan I/O untuk sistem multiuser.

Sistem berkas

Sistem berkas adalah suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan organisasi file yang digunakan. Sistem berkas menyediakan pendukung yang memungkinkan programmer mengakses file tanpa menyangkut perincian karakteristik penyimpanan dan peralatan pewaktu. Sistem berkas mengubah pernyataan akses file menjadi instruksi input/output level rendah. Sistem akses adalah cara untuk mengambil informasi dari suatu file. Pengarsipan dan akses adalah : a. Cara untuk membentuk suatu arsip/file dan cara pencarian record-recordnya kembali. b. Sistem berkas dan akses adalah sistem pengorganisasian, pengelolaan dan penyimpanan data pada alat eksternal dengan organisasi file tertentu. Pada sistem berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik. c. Teknik yang digunakan untuk menggambarkan dan menyimpan record pada file disebut organisasi file. Ada 4 komponen sistem berkas : a. Disk management. Menjelaskan bagaimana seharusnya menyusun blok-blok disk ke dalam file. b. Naming. Berguna bagi pemakai yang memungkinkan untuk menunjuk file dengan penamaan yaitu dengan mengenali blok-blok disk. c. Protection. Suatu cara untuk memproteksi pemakai-pemakai file dari pemakai lain. d. Reliability. File–file yang diperlukan ada tersedia jika terjadi kerusakan sistem. Setiap sistem operasi mempunyai file sistem tersendiri. Contohnya FAT 32 pada Window 9x, NTFS pada Windows NT dan Windows XP. FAT 16 pada MS-DOS. Ext2,Ext3 dan Reiser pada Linux. Masing – masing file sistem mempuyai metode yang berbeda dalam pengaksesesan, pengorganisasian dan pengeloaan pada disk. Berikut adalah struktur file : a. Byte sequence. Rankaian byte yang tidak terstruktur (UNIX dan MS-DOS). b. Record sequence. File dirangkai dalam record yang tertentu panjangnya dengan beberapa struktur. c. Tree. Masing-masing file tidak sama panjangnya serta memiliki key filed pada record.